Assalamualaikum

haloo para pemikir kritis di edisi blogspot empat ini penulis akan berbagi ilmu dengan judul "Mindset Tumbuh Membuat Kita Tidak Lumpuh" yang mana kita akan membahas tentang mindset yang menentukan apa yang akan terjadi pada kita di masa depan seperti pendidikan,perkerjaan,
keimanan,takutnya masih banyak orang orang yang terbelenggu di dalam pola piikir yang salah.
Mengendalikan pikiran adalah sebuah keterampilan hidup yang penting untuk ketenangan,menyelesaikan persoalan,dan memperbaiki nasib kita.
Kehilangan kendali terhadap pikiran akan membuat kita kehilangan diri sendiri.
Mari kita mulai perjalanan baru untuk tidak merasa cemas,memperbaiki nasib kita,dengan memperbaiki pikiran kita.
Mindset atau pola pikir adalah sekumpulan keyakinan yang membentuk atau membangun pikiran,sifat,dan perilaku seseorang dalam menghadapi situasi.Menurut Psikologi Universitas Stanford Carol S. Dweck yaitu keyakinan diri memainkan peran yang di inginkan untuk mencapai tujuan nya. Rhenald Kasali dalam bukunya "Disruption" menyatakan bahwa Mindset adalah bagaimana manusia berpikir yang di tentukan oleh setting yang di buat saat bertindak.
Menurut Al Ghazali dalam kitab ihya ulumudin perbedaan yang mencolok antara manusia dengan hewan adalah pikiran.Manusia memiliki pikiran yang tentunya pikiran ini tidak di miliki oleh hewan,yang artinya pikiran ini adalah pemberian dari allah di berikan untuk kita,berbeda dengan hewan yang bertindak tergantung insting membawa, artinya pikiran kita ini istimewa karna pikiran kitalah yang akan membawa kita pada kesuksesan pada titik dimana kita dapat meraih impian kita, karna pikiran kitalah yang dapat merubah keadaan kita sekarang menuju lebih baik, jika kita bisa menggunakan dan memaksimalkan kekuatan pikiran kita.
Ada sebuah cerita dari Dr ibrahim el vicky bahwa ada dua orang pasien yang mempunyai penyakit lalu kedua pasien tersebut memeriksa ke dokter dan hasil akhir kedua pasien tersebut memiliki penyakit kanker,dan flue.Pasien berpenyakit kanker sudah stadium empat dan di divonis akan meninggal tujuh hari lagi dan pasien berpenyakit flue dia sebentar lagi akan sembuh tinggal di beri obat saja.Mereka berdua percaya dengan perkataan si dokter sehingga pasien penderita kanker melakukan pamitan kepada keluarganya lalu melaksanakan sebuah perayaan dan perpisahan,dan akhirnya tepat pada hari ke tujuh si penderita kanker itu meninggal dan penderita flue sudah sembuh dari penyakitnya.Akan tetapi begitu kaget nya si dokter ternyata surat keterangan sakit nya tertukar dan termyata yang seharusnya meninggal adalah pasien penderita flue.Itulah kekuatan besar pola pikir yang memengaruhi kondisi fisik,mental seseorang.
Mindset terbagi dua ada fixed mindset (mindset tetap) dan growth mindset (mindset tumbuh).untuk memahami cara kerja kedua mindset ini,mari kita bayangkan sejelas sejelasnya bahwa anda adalah sorang pemuda yang sedang mengalami hari hari buruk :
Suatu hari,anda sedang belajar sejarah di kelas dan sangat menyukai gurunya,sering memperhatikan,sering bertanya,dan berharap dengan usaha tersebut anda mendapat nilai sembilan puluh ke atas.Akan tetapi sang guru memberikan nilai lalu anda kecewa.Sorenya setelah pembagian nilai anda pulang ke rumah anda kena tilang polisi karena menerobos lampu merah. Lantaran benar benar frustasi anda menelpon teman terbaik anda untuk bercerita berbagi pengalaman tentang hari ini tetapi dia menolak.
Apa yang anda pikirkan?;Apa yang anda rasakan ?Apa yang akan anda lakukan?
Ketika saya menanyakan hal ini kepada orang bermindset tetap inilah jawaban mereka: "Aku seorang idiot","Aku seorang pecundang","Aku gagal total","Aku merasa tidak berguna",dan bodoh setiap orang lebih baik daripada aku,"Aku adalah sampah masyarakat".Mereka memandang kejadian tersebut sebagai ukuran langsung dan nilai mereka.
Inilah pikiran orang bermindset tetap dalam menghadapi suatu permasalahan mereka hidup sendiri,menyedihkan,
tidak punya kehidupan,orang orang tidak menyukai ku,dunia telah membuangku,seseorang ingin menghancurkan ku,tidak ada yang mencintaiku,hidup ini tidak adil dan semua usahaku sia sia,akulah orang yang paling sial di muka bumi.
Ketika saya memberikan ilustrasi kepada orang bermindset tumbuh,inilah yang mereka katakan
"Aku harus belajar lebih keras di kelas dan luar kelas,lebih hati hati saat mengendarai motor,dan mungkin teman terbaikku sedang mengalami hal buruk dan sibuk."
Orang bermindset tumbuh tidakperlu bingung dengan hal seperti nilai jelek,penolakan dari teman atau orang yang anda cintai semua ini bukan peristiwa menyenangkan.Tidak semua orang menyukai peristiwa tersebut akan tetapi orang orang bermindset tumbuh tidak akan memberi label kepada dirinya dan tidak menyarah.Meskipun kecewa,mereka siap mengambil resiko,menghadapi tantangan,dan tetap menjalaninya.
Tak ada usaha,tak ada hasil dan jika saat pertama kamu gagal cobalah,coba lagi,dan kesuksesan adalah produk yang di laksanakan berkali kali,bukan transformasi yang terjadi hanya satu kali.Teruslah mengevaluasi diri,memperbaiki,cari kesalahannya,cari bagaimana cara terbaik untuk menggapainya.Fokus lah pada perkembangan diri,gagasan gagasan tentang tantangan dan usaha nilai akan mengikuti dengan sendirinya,jangan fokus terhadap hasil akan tetapi pada perkembangan.
Tak masalah anda dilahirkan dari orang tua seperti apa,lahir dari keluarga apa,secara substansial anda dapat mengubah derajat diri anda bersama keluarga.
Benjamin barber seorang sosioloh terkemuka pernah berkata "Saya tidak membagi dunia menjadi yang lemah dan yang kuat,sukses atau gagal......Saya membagi dunia menjadi pembelajar dan bukan pembelajar."
banyak yang berkata pengalaman adalah guru terbaik,berbicara tentang pengalaman tidak hanya tentang keberhasilan akan tetapi kegagalan juga sama.Sebagaimana Allah Swt berfirman di Q.S Ali imron : 7
وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ
"Dan tidak ada orang yang mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal".Maksud berakal disini yang ingin saya sampaikan adalah orang orang yang bermindset tumbuh.Saat kecil kita dilahirkan dengan kehendak kuat untuk belajar.Bayi mengembangkan keterampilanya setiap hari.Bukan hanya keterampilan biasa,melainkan juga tugas tugas yang paling sulit sepanjang hidup,seperti berjalan atau berbicara.Bayi tidak pernah menganggap upaya itu terlalu sulit atau tidak berguna.Bayi tidak takut melakukan kesalahan atau merendahkan diri mereka.Mereka berjalan,jatuh,bangkit lagi.Mereka pantang menyerah,jangan takut dengan apa yang ada di dunia Ingatlah hukum murphy "semakin anda takut maka ketakutan itu akan terjadi pada diri anda" tumbuhkanlah rasa berani dengan rahasia kekuatan pola pikir anda.
Nah pandangan islam terhadap konsep kekuatan pikiran ini sudah di terangkan di dalam Al Qur'an dan Hadist:
"Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (H.R Muslim).
Dan jika kita renungi konsep Al Quran dan Hadist untuk kita selalu berprasangka baik kepada allah serta berprasangka baik kepada tujuan dan usaha diri kita.Yang mana semakin kita percaya kepada allah maka allah akan memberikan apa yang kita inginkan,dengan demikian penulis mengambil kesimpulan.
"Bukan kaki yang menggerakan kita,akan tetapi pikiranlah yang menggerakannya,jadi sebenarnya untuk mendapatkan apa yang kita inginkan,dan merubah keadaan kita sekarang cukup kita yakin dengan pikiran kita,gunakan lah prinsip mindset tumbuh lalu di serta dengan kepercayaan kita terhadap allah "bahwasannya prasangka allah itu sebagaimana prasangka hambanya."
Mari kita sama sama merubah diri kita berprasangka baik kepada masa depan,pendidikan,perkerjaan,pernikahan,
keimanan kita disertai dengan usaha dan proses sebaik baiknya,jangan sampai kita pesimis di dunia ini tidak ada yang mustahil,jangan sampai badan kita lumpuh tak dapat di gerakan gara gara pikiran kita yang tak tumbuh,selalu takut dengan masa depan."
Anda tidak akan mendapatkan nasib yang berbeda.Jika anda masih memiliki pikiran dan tindakan yang sama
Pikiran yang sama akan menciptakan hasil dan tindakan yang sama.Maka untuk mendapatkan nasib berbeda,Anda harus memiliki pikiran yang berbeda.Hanya dengan menciptakan pikiran yang baru,Anda akan menghasilkan tindakan yang baru,dan nasib yang baru.
Komentar
Posting Komentar